Jumat, 30 Desember 2011

ARSITEKTUR

Arsitektur
Arsitektur Sistem ialah suatu istilah untuk menyatakan bagaimana mendefinisikan komponen-komponen yang lebih spesifik secara terstruktur. Dengan tujuan agar struktur yang dirancang dapat menjawab kebutuhan saat ini dan nanti
Pertimbangan dalam merancang sister adalah
  1. Penempatan komponen-komponen komputer dijaringan, mengidentifikasi pola dan beban kerja
  2. Mencari hubungan antar komponen berdasarkan fungsi, peranan, pola berkomunikasi antar obyek
Kesulitan Sistem Distribusi

1.       Melayani berbagai macam penggunaan (Aplikasi Multimedia)
2.       Sistem memiliki jangkauan menyeluruh (Microsoft and Linux System)
3.       Masalah Internal (Konflik antarmuka VS program, User VS User)
4.       Ancaman Eksternal (Penembusan keamanan)

Persyaratan Kebutuhan Arsitektur Terdistribusi

  1. Performa dalam Respon, contoh penggunaan applet dalam sebuah web
  2. Performa dalam Throughput, contoh kecepatan proses antara client dengan server serta kecepatan rata-rata transfer data.
  3. Performa dalam Keseimbangan Komputasi, contoh penggunaan beberapa mesin meskipun layanannya sama.
  4. QoS, contoh tidak adanya buffer ketika mengakses situs multimedia
  5. Penggunaan Caching dan Proxy
INTERNET
Skema internet

IP (Initial Process)
Dengan mengklasifikasikan proses menjadi proses server, proses client, peer proses.
ujuan mengklasifikasikan agar dapat mengetahui peranan dan masing-masing proses yang nantinya juga memudahkan dalam menilai kinerja dari sistem itu sendiri 

















Platform adalah lapisan terbawah HW maupun SW, dimana lapisan ini memberikan service pada lapisan diatasnya.
Contoh : Intel x86WIndows, Intel x86Linux
Middleware adalah sebuah lapisan SW yang berfungsi sebagai mediator terhadap keberagaman.
Contoh : CORBA (Common Object Request Broker Architecture), JAVA RMI (Remote Method Invocation), RPC (Remote Procedure Call), FTP, Telnet
Arsitektur Sistem
Model C/S arsitektur model ini yang sering dijadikan rujukan dalam bahasan sister











































Cache
Cache adalah tempat untuk menyimpan data/obyek yang baru saja digunakan, hampir serupa dengan data/obyek aslinya
Ketika data/obyek tersebut diterima oleh komputer, maka komputer akan meletakan pada cache store, dengan mekanisme OVR terhadap data/obyek yang diperlukan.
Cara kerja cache
Ketika diperlukan data/obyek oleh proses client, maka layanan caching akan memeriksa terlebih dahulu pada cache store, dan memberikannya jika terdapat data/obyek terbaru.
Jika tidak maka layanan cache akan memintanya pada server yang bersangkutan.
Proxy Server
Menyediakan layanan terhadap ketersediaan dan performa dari layanan dengan mengurangi beba kerja pada WAN dan WS
Variasi C/S
  1. Penggunaan agen dan kode mobile (Web Applet)
  2. Pengguna ingin komputer berharga ringan, dengan sumber daya terbatas dan mudah dikelola
  3. Keperluan untuk menambah dan mengurangi peralatan
  4. Mobile Code = applet
  5. Cara kerja applet adalah ketika user memilih sebuah link yang terhubung pada sebuah applet, dimana source code tersebut tersimpan pada web server, maka user akan mendownload source code tersebut pada browser dan menjalankanya secara lokal
  6. Mobile Agent = Program yang sedang aktif dan berjalan
  7. Cara kerja Mobile Agent (data dan kode) berpindah dari satu mesin ke mesin yang lain pada sebuah jaringan, program tersebut membawa pesan dari pengguna.
web applet













Contoh Mobile Agent Free Virus Check Service Plugin
Contoh Mobile Code Marketiva Software
Network Computer











Jaringan Spontan















Keuntungan :
  1. Koneksi mudah ke jaringan lokal
  2. Kemudahan dalam mengintegrasikan ke sumber daya local.

Kelemahan :
  1. Koneksi Terbatas
  2. Keamanan dan Privasi
Model Dasar (Fundamental)
  1. Interaksi adalah proses komputasi pada proses, bagaimana proses berinteraksi, koordinasi antar proses.
  2. Kerusakan adalah apabila terjadi kerusakan HW maupun SW, maka sistem tetap harus berjalan normal.
  3. Keamanan merupakan faktor penting karena dengan adanya faktor keterbukaaan, maka sumber daya rentan terhadap ancaman
·         Interaksi
Synchronous D/S
  1. Terdapat waktu min dan max terhadap masing-masing eksekusi proses.
  2. Pesan yang dikirm dan diterima diketahui waktunya dengan jelas.
  3. Tiap proses memiliki waktu sendiri yang berbeda dengan waktu nyata.
èAsynchronous D/S Kebalikannya Synchronous D/S
·         Kerusakan / Failure
Besar kemungkinan terjadinya kerusakan dalam pengiriman pesan baik dalam komunikasi antar proses maupun komunikasi antar mesin .
·         Keamanan
Mekanisme pengamanan antar proses serta berinteraksi dengan ancaman .
Web Query Work Flow

SISTEM TERDISTRIBUSI

Distributed System
 
Distributed system adalah sekumpulan komputer independent yang bekerja seolah-olah bagi seorang pengguna sebagai kesatuan sistem komputer.

Aspek dalam SISTER
  1. Hardware : Otomatisasi Mesin
  2. Software : Seolah-olah satu sistem terintegrasi
Ilustrasinya sebagai berikut :


Example from distributed system :

    1. Jaringan intranet
    2. Internet
    3. Line Produksi Manufaktur
    4. Jaringan Perbankan
    5. Jaringan Telekomunikasi
Motivasi pengembangan Intranet
      Pelayanan terhadap file dibutuhkan karena pengguna dapat saling berbagi data untuk menyelesaikan pekerjaan.
      Pertimbangan terhadap keamanan yang datang dari luar atau yang akan keluar dari intranet sehingga diperlukan mekanisme pengaman untuk melindungi sumber daya
         Efisiensi biaya dengan penggunaan jaringan komputer.
www adalah sistem yang digunakan untuk publikasi dan penggunaan sumber daya menggunakan/melalui internet
WEB memulai karir di Pusat Penelitian Nuklir Eropa (CERN)
WEB merupakan Open System karena dapat diperluas dan diimplementasikan dengan berbagai macam cara tanpa mengganggu fungsi atau komponen yang telah ada sebelumnya

Komponen yang digunakan :

  1. Hypertext Markup Language (HTML) merupakan basprog yang digunakan untuk menerjemahkan konten dan layout yang ditampilkan pada browser
  2. Uniform Resources Locator (URL) sebagai indikator sumberdaya yang tersimpan.
  3. C/S Arsitektur dengan menggunakan Hypertext Transfer Protocol (HTTP) sebagai protokol standar yang digunakan dalam menggunakan sumber daya dari web server
D/S VS Sistem terpusat
Items
Description
Ekonomis
Menawarkan harga dan performa lebih kompetif
Kecepatan
Totalitas komputasi pengolahan data
Inherent
Memiliki sifat yang dapat diturunkan
Handal
Kegagalan satu mesin dapat ditangani oleh mesin yang lain
Skalabilitas
Penambahan dapat dilakukan dengan cepat

D/S VS Stand Alone
Items
Description
Berbagi data
Pengguna dapat saling bekerja bersama
Berbagi peralatan
Pengguna dapat menggunakan devices bersama
Keamanan
Memudahkan berkomunikasi antar pengguna
Fleksible
Membagi beban kerja mesin

Kelemahan
Items
Description
Perangkat Lunak
Pengembang sistem terdistribusi belum banyak
Jaringan
Menimbulkan permasalahan baru
Keamanan
Pengguna dapat mengakses informasi yang sensitif

Pernagkat Keras
Items
Description
SISD
Echo helloworld
SIMD
Setup.exe
MISD
select * from kategori where id_kategori=19;
MIMD
www.youtube.com

Perangkat Lunak
Items
Desciption
telnet 192.168.1.2
remote login ke mesin lain
ftp 192.168.1.1
file transfer

Transparansi
Items
Description
Akses
Data disajikan dan digunakan
Lokasi
Menyembunyikan keberadaan sumber
Migrasi
Memindah sumber ke suatu lokasi
Relokasi
Memindah sumber tanpa menghentikan proses
Replikasi
Duplikat
Kebersamaan
Beberapa user bekerja menggunakan sumber yang sama
Kegagalan
Penanganan kegagalan dan restorasi kegagalan

Security
Security goal :
1. Leakage à Penggunaan oleh yang tidak berhak
2. Tampering à Perubahan isi dari sebuah informasi
3. Vandalism à Mengganggu sistem yang berjalan
Threats and Attacks :
1. Eavesdropping
2. Masquerading
3. Message Tampering
4. Replaying
5. DoS 

Security Application :

1. Email
2. Pembelian/Penggunaan Barang atau Jasa
3. Transaksi Perbankan
4. Transaksi Mikro 

Agreement ISP dan Buyer :

1. Memverifikasi Vendor agar buyer merasa aman dan nyaman
2. Menjaga No Rek, Transaksi, Rekaman Transaksi dari 3rd party, dan    menjamin keamanannya
3. Jika kandungan tersebut dapat didownload maka vendor memastikan kandungan dari segala perubahan
4. Mengkonfirmasi pemegang rekening pada bank yang digunakan .

How to Design Secure Environment

1. Buat daftar resiko.
2. Buat daftar kemungkinan cara/metode serangan dan mekanisme keamanan
3.Simulasikan resiko tersebut dengan cara/metode serangan denga mekanisme keamanan .

Asumsi Penerobosan Keamanan :

1. Terpaparnya sistem atau interface
2. Tidak terjaminnya jaringan
3. Terbatasnya penggunaan dan jangkauan
4. Algoritma keamanan
5. Diasumsikan penyerang menyerang target potensial dari sistem
6. Minimalkan penggunaan aplikasi 

Pertimbangan menyangkut Keamanan

1. Fisik
2. Manusia
3. OS
4. Jaringan .

Teknik Keamanan

1. Kriptografi
a. Kunci Private
b. Kunci Publik
2. Penggunaan Kriptografi
a. Kerahasiaan   
b. Otoritas
c. Dig Sign
3. Sertifikat
4. Kendali Penggunaan
5. Credential
6. Firewall.

Defenses Assesment:

1. Kebijaksanaan Keamanan
2. Identifikasi Titik rawan
3. Identifikasi Ancaman
4. Auditing, Accounting, Logging